Home » Angkatan Muda Muhammadiyah Minta Gibran Beberkan Gagasan Indonesia Masa Depan
Berita Indonesia Politics

Angkatan Muda Muhammadiyah Minta Gibran Beberkan Gagasan Indonesia Masa Depan


Cawapres nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka tidak hadir dalam dialog terbuka yang digelar PP Muhammadiyah di Surabaya. Sebagai gantinya, Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) meminta Gibran membeberkan visi misi tentang Indonesia masa depan di hadapan generasi muda Muhammadiyah.

“Kami pikir sebagai Cawapres termuda Mas Gibran punya ruang pemikiran yang harus didengarkan oleh generasi muda Muhammadiyah, idenya juga akan kita uji dalam forum publik yang dalam waktu dekat akan kita gelar,” ujar pengurus Relawan Bergerak 1912 yang juga Nasyiatul Aisyiyah, Dede Dwi Kuniasih, dalam keterangannya, Jumat (24/11/2023).

Dede mengatakan ajakan AMM ke Gibran telah dikonfirmasi sebagai ganti ketidakhadirannya dalam dialog terbuka di Universitas Muhammadiyah Surabaya hari ini. Dede menambahkan dalam Pemilu kali ini suara anak muda sebagai penentu kemenangan.

“Warga Muhammadiyah khususnya angkatan muda sangat menunggu penjabaran visi dan misi Mas Gibran yang kita nilai sebagai representasi anak muda,” ujarnya.

“Saya pikir saat ini memang waktunya orientasi anak muda dijadikan petunjuk arah pembangunan nasional, di sejumlah negara antusiasme terhadap munculnya pemimpin muda sudah nampak memberikan perbedaan dan akselerasi dalam pembangunan, itu yang harus dijawab Mas Gibran. Dia memang belum berpengalaman tapi kami pikir dia kaya akan pengetahuan masa depan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum Ikatan Pelajar Muhammadiyah Randy Prawita Putra berharap Gibran dapat menjawab tantangan zaman.

“Kami tentu sangat berharap Mas Gibran dapat menjawab tantangan zaman di era digital ini, khususnya bagi kami generasi muda Muhammadiyah,” tegasnya.

Seperti diketahui hari ini Gibran tidak hadir dalam dialog terbuka yang di gelar PP Muhammadiyah di Surabaya. Acara itu hanya dihadiri capres Prabowo Subianto. Gibran tidak hadir karena harus menghadiri acara pengurus Nahdatul Ulama (NU) di waktu yang bersamaan.

Sumber : detikNews

Translate