Home » Kemenkes Ungkap Perawat Asal Indonesia Disegani oleh Negara Maju tapi…
Berita Health Indonesia News

Kemenkes Ungkap Perawat Asal Indonesia Disegani oleh Negara Maju tapi…


Badung – Dirjen Tenaga Kesehatan Kementerian Kesehatan Arianti Anaya menyebut kualitas perawat asal Indonesia disegani negara-negara maju, seperti Jerman, Belanda, hingga Jepang. Namun, para tenaga kesehatan (nakes) Indonesia itu terkendala lemahnya kemampuan berbahasa Inggris.

“Memang ada keterbatasan Bahasa Inggris, karena diakui, bukan mother language (bahasa Ibu). Berbeda dengan Filipina dan Malaysia,” kata Arianti seusai acara perjanjian Implementing Arrangement tentang Penempatan Tenaga Kesehatan Indonesia, di Trans Resort, Kuta Utara, Badung, Bali, Jumat (31/8/2023).

Arianti mengungkapkan Indonesia memiliki 600 ribu orang tenaga kesehatan, terutama perawat berkompeten yang siap dikirim ke luar negeri. Bahkan, beberapa negara meminta hingga 1.000 tenaga bisa disuplai. Sayangnya, yang bisa dipenuhi rerata 10 persen dari permintaan negara tersebut.

Menurut Arianti, tuntutan pemenuhan suplai tenaga kesehatan ke luar negeri berkompeten menjadi tantangan pemerintah. Karena itu, kerja sama perlindungan penempatan tenaga kerja Indonesia di negara luar dimanfaatkan untuk tukar pengalaman.

“Sebagai negara yang mensuplai perawat ke luar, perlu memastikan standar yang berlaku di luar negeri. Jangan sampai perawat kita dikirim ke sana, dinyatakan tidak lulus dan di-downgrade. Itu kami nggak mau,” imbuhnya.

Di sisi lain, Arianti menilai kompetensi perawat Indonesia juga tidak kalah dengan nakes negara lain. Menurutnya, para perawat Indonesia dikenal sabar dalam menangani pasien.

Ia kemudian bercerita saat melakukan kunjungan kerja ke Belanda. Ariani menyebut otoritas negara setempat memuji kompetensi perawat Indonesia sehingga layak ditunggu.

“Mereka bilang ‘Kami menunggu saja perawat dari Indonesia.’ Artinya, ada sisi benefit atau keunggulan dari kita ke mereka. Tinggal kita bagaimana mengejar standar mereka,” tegasnya.

Ditjen Tenaga Kesehatan Kementerian Kesehatan berupaya mengejar standar tenaga kesehatan internasional, dimulai dengan mengoptimalkan lembaga pendidikan. Menurut Arianti, sejumlah Poltekkes sudah membuka kelas internasional.

“Dari awal mereka sudah dibiasakan dengan model kelas internasional, kelas bahasa Inggris, dan bahasa asing lainnya sejak awal dididik. Jadi, peminatan bagi mahasiswa sudah dilakukan sejak semester pertama,” tandasnya.

Sumber : detikcom

Translate