Home » Mendukung Indonesia Emas 2045 King’s College London di KEK Singhasari Mulai Beroperasi Tahun Depan
Business Economy Indonesia

Mendukung Indonesia Emas 2045 King’s College London di KEK Singhasari Mulai Beroperasi Tahun Depan


Memiliki visi besar Indonesia Emas 2045, Indonesia tentunya perlu memanfaatkan puncak bonus demografi secara optimal. Dalam upaya tersebut, Pemerintah terus mengupayakan peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia sehingga pembangunan Sumber Daya Manusia yang berkualitas dapat diwujudkan.

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian melalui Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) mengimplementasikan langkah tersebut melalui penyelenggaraan Perguruan Tinggi Luar Negeri (PTLN) di KEK Singhasari yang berlokasi di Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Rencana penyelenggaraan PTLN di KEK Singhasari tersebut dilakukan melalui pendirian Place Based Transnational Education (Place-Based TNE) oleh King’s College London (KCL).

Pada tanggal tanggal 23 Oktober 2023 lalu, telah dilaksanakan penandatanganan Memorandum of Agreement mengenai penyelenggaraan Place-Based TNE di KEK Singhasari. Kehadiran KCL di KEK Singhasari tersebut juga diharapakan akan menjadi role model bagi pengembangan ekosistem pendidikan di Indonesia ke depannya.

Penyediaan infrastruktur pendukung untuk operasionalisasi KCL di KEK Singhasari pada Tahap I akan difasilitasi oleh KEK Singhasari. Sedangkan untuk tahap selanjutnya, penyediaan infrastruktur akan dilakukan melalui kerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Malang dengan pembangunan Center for Future Work.

Untuk penyelenggaraan pendidikan di KCL, pada tahap awal akan difokuskan pada ekonomi digital melalui Program MSc Digital Economies pada September 2024 dan kemudian dilanjutkan dengan Program MSc Digital Futures pada Januari 2025. Program-program tersebut akan menjadi prioritas guna menyiapkan lulusan yang siap dengan kebutuhan dunia kerja di era digital saat ini, sehingga kelak Indonesia akan mampu turut bersaing di level global.

Dalam rencana pengembangan ke depan, penambahan satu program baru akan diluncurkan setiap tahunnya. Rencana program lanjutan dimaksud antara lain berupa MSc Digital Law pada tahun ke-3, MSc Psychology pada tahun ke-4, dan MSc Cyber Security pada tahun ke-5. Selain itu, penerimaan mahasiswa baru pada 3 tahun pertama ditargetkan mencapai 387 mahasiswa.

Terkait dengan kebutuhan pembiayaan bagi para mahasiswa, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) juga telah berkomitmen untuk memberikan dukungan bagi sekitar 275 mahasiswa dengan alokasi pembiayaan sebesar Rp126,5 miliar (di luar biaya living cost dan lain-lain).

Dukungan pembiayaan tersebut juga dilakukan dengan mempertimbangkan sejumlah hal seperti Demand Risk (KCL baru di Indonesia), partnership antara public-private yang baik (pemberian beasiswa untuk mendorong optimalisasi KCL di Indonesia), substitusi ekspor (menahan devisa keluar untuk biaya pendidikan), dan cost saving (peningkatan jumlah mahasiswa dan biaya yang lebih efisien). 

Sumber : Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian

Translate